HARGA CABAI NAIK, BANYAK WARGA MENGELUH, DAN MENGHARAP KEBIJAKAN DARI PEMERINTAN
Harga
cabai naik banyak sekali warga mengeluh yang biasanya harganya Rp40.000,-/kg sekarang
mencapai Rp80.000,-/kg,
Pengamat
melakukan pengamatan di desa Setiti Simpang Sungai Duren, Jambi pada(16/11/2023).
Menurut
pengamat kenaikan harga disebabkan karena pengaruh musim, sehingga pemasokan
cabai berkurang dan kebutuhan tetap sama.
Biasanya
produksi cabai akan relatif turun karena tanamannya kerap alami gangguan ketika
pancaroba.
Ditambah
lagi dengan permintaannya tetap (sama seperti biasanya -red) dengan pasokan
yang menurun.
Kendalanya
bisa juga karena teknis dalam proses produksi pertanian. "Itu akan
mengakibatkan harga merangkak naik," ujarnya.
Terlebih
ketika harga cabai naik, tren menanam cabai jadi banyak lalu terjadilah
penurunan harga yang drastis.
Sejatinya
apabila banyak orang yang menanam cabai, maka permintaan cabai di pasaran akan
menurun.
"Kenapa
harga cabai naik. Cabai biasanya banyak peminatnya. Seperti orang kita biasa
kalau makan nggak pakai cabai itu nggak seru, nggak enak gitu ya," pungkas Sherli Margaretha.
Dika yang merupakan anak dari seorang petani cabai mengatakan
syukur apabila harga cabai naik karena ayahnya seorang petani cabai, tetapi
juga megeluhkan apabila harga cabai naik di saat ayahnya tidak sedang menanam
cabai.
“Susah sih kalo untuk sekarang karena cabe naik berpengaruh untuk pengiriman lagian bagus juga kalo mahal bapak saya kan petani cabe, kalo Lagi dak nanam cabe susah juga kalo cabe ni naik”Ungkap Dika.
Dipusat
pembelanjaan, Nur warga Setiti Simpang Sungai Duren mengucapkan keluhnya saya
selesai membeli cabai yang harganya naik hingga Rp80.000,-/kg.
“Gila,
aku beli cabe tadi mahal lo, 1 kg nya Rp80.000,-“ Ungkapnya.
Murtosiah
juga mengeluhkan hal yang sama karna mahal yang biasanya ia beli di kisaran
harga Rp50.000,-/kg sekarang mencapai Rp80.000,-/kg.
“Astaghfirullah
Mahalll banget, biasanya Cuma Rp50.000,-/kg” Ucap murtosiah.
Annisa
seorang mahasiswa UIN yang menjadi anak rantau di desa Setiti Simpang Sungai
Duren juga mengeluhkan kenaikan Harga cabai yang drastis.
“Menurut
ku, cabe naik dampaknya gak ke emak-emak doang, tapi ke anak kost kayak kita juga.
Awak makan mikir-mikir ditambah lagi harga cabe naik, tambah pusing mau makan
apa, menyusahkan masyarakat, aku rencana beli lauk ayam tapi gara-gara cabe
naik beli tempe aja” keluh annisa.
Di
sisi lain sofi mengatakan bahwasanya hal ini wajar saja terjadi dan biasanya
dalam kurun waktu relatif sebentar seperti biasanya harapnya. Ia juga mengharapkan
kebijakan pemerintah agar harga cabai cepat di kembalikan ke normal.
“Sebenarnya
hal ini sudah biasa terjadi di tiap tahunnya tapi gak lama mungkin karna panen
cabe yang sedikit dan banyak rusak jadi harga nya jadi mahal, saya harap
pemerintah cepat mengatasi masalah ini agar tidak berlarut-larut lama, karna
kalo lama menyusahkan juga sih” pungkasny.
.png)